Selepas Pagi

catatan ringan pengantar hari

Proposal Hidup (@jamilazzaini)

Seperti biasa, sehabis shalat Subuh saya mengawali hari dengan segelas kopi sambil silaturrahim kanan kiri di twitterland. Dan pagi ini saya mendapat “sesuatu”: untaian kultwit dari Kakek @jamilazzaini yang berhastag #TIPH (Tuhan Inilah Proposal Hidupku). Sebenarnya, kultwit ini sudah disampaikan beberapa hari lalu, tapi saya baru mendapatkannya pagi ini. Kultwit ini termasuk yang ringkas (hanya 15 butir), tapi sangat relevan, menjelang momen pergantian tahun ini. Oleh sebab itu, setelah minta izin sama sang kakek, saya langsung copy tulisannya dan memuatnya disini. Ini dia.

#TIPH

  1. Kultwet ini inspirasinya dari buku ke 3 saya Tuhan Inilah Proposal Hidupku (Gramedia)
  2. #TIPH adalah sesuai pengalaman hidup saya & juga hasil racikan saya setelah bertemu dgn orang2 sukses
  3. #TIPH itu seperti skenario dalam film, tanpa skenario film akan kacau dan tidak terarah ceritanya
  4. Awali membuat #TIPH dgn mengetahui apa kelebihan Anda, apa keunikan Anda, apa yg Anda miliki & orang lain tak punya
  5. Setiap orang diciptakan spesial & unik, ayo berusahalah mencari keunikan Anda sampai ketemu #TIPH
  6. Kita lanjut kultwet #TIPH, Langkah selanjutnya tetapkan prestasi terbaik. Ingat prestasi bkn hal2 yg sifatnya materi
  7. Prestasi terbaik adlh sesuatu yg bisa Anda banggakan dihadapan-Nya & orang2 yg mencintai Anda #TIPH
  8. Prestasi terbaik ini tercapai saat di usia puncak Anda, jadi jangka panjang bukan jgk pendek #TIPH
  9. Renungkan prestasi apa yg ingin Anda raih, di dunia Anda hebat & di akherat Anda selamat #TIPH
  10. Ayo renungkan lagi sampai ketemu, “apa prestasi terbaik yg ingin Anda raih? #TIPH
  11. Langkah berikutnya, Anda ingin dikenal ahli di bidang apa? Begitu disebut nama Anda, orang ingat apa? #TIPH
  12. Langkah berikutnya, Anda ingin dikenal ahli di bidang apa? Begitu disebut nama Anda, orang ingat apa? #TIPH
  13. Apa yg ingin Anda lakukan untuk meningkatkan keahlian Anda? Siapa mentor Anda? #TIPH
  14. Buatlah kelompok MasterMind agar keahlian Anda terasah dan terpelihara, anggotanya 5-7 orang #TIPH
  15. Langkah berikutnya perbaiki hidupmu mulai sekarang, Kebiasaan baru apa yg ingin Anda lakukan? #TIPH
  16. Tulis juga kebiasaan positif apa yg akan Anda tingkatkan? Tulis kebiasaan buruk apa yg akan Anda buang? #TIPH
  17. Tulis juga kebiasaan buruk apa yg akan Anda kurangi? Coba renungkan sejenak lalu tulislah #TIPH
  18. Langkah terakhir, tulis komuntas dan lingkungan seperti apa yg ingin Anda aktif di dalamnya #TIPH
  19. Semoga kultwet bagaimana membuat proposal hidup mampu memberi inspirasi & gambaran ya #TIPH
  20. Sesuai janji saya Kultwet tak lebih dari 20 nomor, yg belum jelas sila beli bukunya atau ke www.JamilAzzaini.com #TIPH

Selamat Tahun Baru 2012.

#20Strategi Jualan (@EntrepreneursID)

  1. Mulai dgn perencanaan sales: tentukan produk yang djual, kapan, dimana, siapa target marketnya dll #20StrategiJualan
  2. Persiapkan kualitas yang baik, first impression dalam kualitas sangat menentukan apakah knsumen akan beli lagi atau tidak #20StrategiJualan
  3. Fokus pada pelayanan terbaik ke konsumen dan bangun relasi dengan mereka untuk long term sales #20StrategiJualan
  4. Pilih lokasi jualan yang strategis, dimana cukup banyak orang di daerah jualan: dekat kantor, kampus, mall #20StrategiJualan
  5. Hal lain yang juga sangat penting adalah bangun merek. Ketika merek sudah kuat, jualan akan terdongkrak #20StrategiJualan
  6. Jika kita sudah ada karyawan, maka beri training untuk jualan & motivasi agar maksimal ketika jualan #20StrategiJualan
  7. Lakukan inovasi produk. Inovasi, variasi & product improvement sangat penting untuk meningkatkan sales #20StrategiJualan
  8. Lakukan promosi yang masif, bisa dengan spanduk, brosur, ataupun social media: fb, twitter, youtube, blog. #20StrategiJualan
  9. Buat paket2 produk, misal paket bundling, paket hemat, paket lengkap. Ini bs meningkatkan omzet. #20StrategiJualan
  10. Tetapkan strategi dari awal: jual banyak harga hemat atau jual sdikit harga premium. Tergantung segmennya #20StrategiJualan
  11. Buat iklan testimoni yang deskripsikan kelebihan produk dan pengalaman konsumen. Penting untuk create trust #20StrategiJualan
  12. Perhatikan kondisi fisik outlet, channel distribusi, stock agar jualan tetap lancar #20StrategiJualan
  13. Tetapkan target sales harian, migguan, bulanan hingga tahunan. Ini penting untuk menentukan strategi #20StrategiJualan
  14. Terapkan strategi harga, strategi ini bisa meningkatkan trial & omzet. Contoh: strategi potongan harga #20StrategiJualan
  15. Catat data konsumen untuk database. Database ini sangat penting untuk bangun relasi & long term sales #20StrategiJualan
  16. Berjualan harus kreatif, misal gratis untuk yang ultah, free minuman yg ngajak 5 orang temennya, dsb #20StrategiJualan
  17. Promo, bisa dilakukan dengan pmberian bonus saat pembelian banyak. Ini bisa meningkatkan volume sales.#20StrategiJualan
  18. Di era digital marketing. Kita bisa gunakan sarana website, fb, twitter untuk online shop. #20StrategiJualan
  19. Beri apresiasi ke konsumen yg membeli lebih, bisa dengan gift, produk tambahan dll. Penting untuk impression #20StrategiJualan
  20. Lakukan evaluasi penjualan secara berkala untuk evaluasi kinerja, strategi & penentuan next improvement #20StrategiJualan

#Shalat (Salim A. Fillah)

  1. Shalat adalah tanda keberuntungan (Al Falah). Sungguh beruntung orang beriman, yakni mereka yang khusyu’ dalam #shalat-nya {QS 23: 1-2}.
  2. #Shalat yang dipelihara adalah amalan pewaris surga Firdaus, mereka akan kekal di dalamnya. {QS 23: 9-11}
  3. #Shalat yang ditegakkan mencegah ahlinya dari berbuat keji (terkait syahwat & rahasia) & munkar (terkait hak umum & terbuka). {QS 29: 45}
  4. Ahli #Shalat diperhatikan Allah sepenuhnya, rinci tiap gerak-geriknya; berdiri maupun beralihnya, di antara orang sujud. {QS 26: 218-219}
  5. Ahli #Shalat berbincang mesra dengan Allah dalam doa & bacaan Fatihah-nya; kala dia mengucap tahmid, Allah berfirman “HambaKu memujiku..
  6. ..jika dia berkata, “Maliki yaumiddin”, Allah jawab, “HambaKu mengagungkanKu!” Kemudian, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”.. #Shalat
  7. …Allah balas, “Ini antara Aku & hambaKu!” Lalu, “Ihdinash shirathal mustaqim”, Allah sahut, “Kukabulkan segala pinta hambaKu!” #Shalat
  8. #Shalat itu menenteramkan hati. “Dirikanlah shalat untuk mendzikirKu!” {QS 20: 14} ~> “Dengan dzikruLlah hati jadi tenteram.” {QS 13: 28}
  9. #Shalat itu menghapuskan dosa. “Shalat yang lima, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan menghapus dosa di antara kesemuanya..” {HR Muslim}
  10. #Shalat menyuci jiwa seperti “Orang nan rumahnya dekat sungai, dia mandi 5 kali sehari. Adakah kotoran tersisa?” {HR Muslim & Ibn Majah}
  11. #Shalat adalah istirahat bagi jiwa-jiwa yang dilelahkan oleh da’wah, jihad, & segala kebaikan. “Ya Bilal, rehatkan kami dengan shalat..”
  12. #Shalat adalah bagian pemenuhan janji menjadi hamba Allah, maka sebagaimana tiap janji; ia berwaktu & berbatas. {QS 4: 103}
  13. #Shalat ialah hal agung pertama nan dipersembahkan pada Allah oleh hamba yang taat. “..Shalatku, ibadahku, hidup & matiku..” {QS 6: 162}
  14. #Shalat ialah ‘mashdarul mushaffaat’; sumber segala kesucian, lahir-batin, ruh-akal-jasad, badan-pakaian-tempat; dari hadats & najis.
  15. #Shalat itu Mahalul Munajah; tempat memuja & meminta. Maka “tak pantas diucap di dalamnya selain tasbih, tahmid, istighfar.” {HR Malik}
  16. #Shalat itu Waqtul Mustajabah; doa paling didengar. Maka di bacaan shalat, kita bermesra dengan yang penting, tak sempat menghiba dunia.
  17. Yang ber-mi’raj menghadap Allah langsung memang hanya Sang Nabi, tapi “#Shalat adalah mi’raj-nya orang beriman.” {HR Al Bukhari}
  18. #Shalat itu ibadah yang diwajibkan bagi mukallaf; baik mampu atau tidak, sehat atau sakit, bepergian atau mukim; bahkan ketika mati.
  19. #Shalat itu pemisah keimanan & kekufuran. “(Batas) antara mukmin & kafir ialah meninggalkan shalat (dengan sengaja).” {HR Ahmad}
  20. #Shalat ialah perkara pertama yang diperhitungkan di hari kiamat & dijadikan tolok ukur baik-tidaknya keseluruhan ‘amal. {HR Abu Dawud}
  21. #Shalat itu tiang agama; siapa mendirikannya, dia telah menegakkan agama. Siapa meninggalkannya, dia merubuhkan agama. {HR Al Baihaqi}
  22. Dalam #shalat terdapat keadaan seorang hamba paling dekat pada Rabbnya, yakni di kala sujud. Maka perbanyaklah doa bermesra. {HR Muslim}
  23. #Shalat adalah tempat paling utama mengamalkan IHSAN: menyembah Allah seakan melihatNya. Jika tak bisa; yakin bahwa Allah melihat kita.
  24. #Shalat didahului wudhu’, jadilah ia cahaya kemilau seorang mukmin kelak di hari kiamat. Maka mari sempurnakan wudhu’. {Muttafaq ‘Alaih}
  25. Begitu sekelumit tentang #Shalat Shalih(in+at), moga sudi ‘amalkan & tebarluaskan jika manfaat. Semoga Allah kuatkan kita jaga shalat;)
  26. Koreksi no 17: “Shalat itu mi’rajnya mukmin” bukan hadits, tak terdapat dalam Al Bukhari & lainnya”

Never Too Young to Become A Billionaire

Saya melihat poster filem ini beberapa pekan lalu di Blitzmegaplex Teras Kota BSD. Dari posternya terbaca: The Billionaire: Never Too Young to Become A Billionaire, kisah nyata seorang anak muda Thailand yang memulai bisnisnya dari umur 17 tahun dan akhirnya menjadi jutawan. Hmm… menarik juga filem ini, berbeda sendiri dari kebanyakan filem yang beredar yang kebanyakan bercerita tentang cinta, dunia anak muda dan pergaulan.
Tapi sayang, kami belum berkesempatan karena filemnya sudah mulai dan sesi berikutnya masih lama. Saking penasarannya, saya cari di toko buku apakah ada bukunya tapi tidak ditemukan.
Akhirnya kemarin saya dan isteri berkesempatan juga menonontonya, terobati juga penasaran dan mendapatkan inspirasi luar biasa dari filem ini, funtastik!
Filem ini adalah kisah nyata Top Ittipat seorang anak muda Thailand yang punya hobi main game online dan Play Station 2. Dari hobinya ini dia mendapatkan uang yang sangat besar hingga bisa membeli mobil dari menjual senjata-senjata di game tersebut. Namun sayang dari hobinya ini membuat dia tertinggal dalam pelajaran sekolahnya. Pikiran mudanya hanya  terisi mengenai game dan bagaimana menghasilkan uang dari bisnis.
Saat umur 17 tahun dia memutuskan membeli banyak PS2 ingin dijual kembali. Sayang, ketika mencoba mendemokan alat ini ke orangtuanya yang kaget dan protes oleh banyaknya PS2 yang dibeli, alat ini tiba-tiba rusak pada saat dicoba. Top komplain keras ke suplier, ternyata barang yang dijual adalah barang impor abal-abal yang hanya sekali pakai dan tidak awet.
Tertipu pada bisnis ini yang telah menghabiskan banyak uang tabungannya, tidak membuat Top kapok memulai bisnis lagi. Ketika lapar dalam perjalan pulang dari sekolah, Top melihat iklan pameran makanan. Lalu dia menonton pameran tersebut dan ingin mendapatkan makanan gratis dari produk tester yang ditawarkan oleh penjaga stand. Pada salah satu stand dia mendapatkan inspirasi bisnis dan memutuskan menyewa alat pemasak kacang untuk memulai bisnis barunya.
Top adalah tipe pebisnis sejati jalanan. Sebelum memulai bisnis, dia melakukan riset ke pasar-pasar, memperhatikan dan mencatat bagaimana orang lain berjualan, cara pemilihan bahan dan cara memasak kacang. Setelah menemukan cara memasak kacang yang enak, dan mempraktekkan strategi penjualan di outletnya yang dibuka di mall, ternyata malah tidak laku! Akhirnya, setelah mengamati lagi ternyata beliau mendapatkan pelajaran bahwa lokasi adalah penentu lakunya produk yang dijual.
Top melakukan nego ulang dengan pengelola mall dan minta pindah ke pintu masuk mall. Jualan kacang Top laku keras dan mulai membuka banyak cabang. Sayang, dia mendapatkan komplain dari pedagang lain dan pengelola mall karena asap kompornya mengotori langit-langit mall. Dia diminta membenahi proses memasak kacangnya dan mempebaiki mall yang kotor oleh asap, atau diminta menutup outletnya!
Meskipun telah mengecat langit-langit mall, akhirnya dia tetap harus keluar dari mall tersebut karena komplain pedagang lain dan pengelola mall karena catnya mengotori tempat pedagang lain.
Sekolah Top berantakan karena dia bukannya sekolah malah sibuk berdagang. Top gagal masuk perguruan tinggi negeri dan hanya bisa kuliah di kampus swasta. Disisi lain walaupun mengalami masalah finansial dan terlilit hutang sangat banyak namun orangtuanya masih berusaha agar Top bisa kuliah. Namun Top menolak tawaran orangtuanya, dan mengatakan dia bisa membiayai kuliahnya sendiri. Akhirnya Top bisa kuliah dari menggadaikan jimat orangtuanya yang ia curi.
Setelah gagal dengan bisnis kacang, kemudian Top memulai bisnis barunya yaitu menjual kerupuk rumput laut. Namun sekali lagi, karena tidak punya pengalaman dan hanya belajar sendiri, Top harus menghabiskan lebih dari 100.000 bath (sekitar Rp 29juta) untuk mencoba menemukan cara memasak yang pas agar mendapatkan kerupuk lumput yang renyah. Akhirnya gagal dan menghabis semua stok bahan. Sampai pamannya yang membantu Top memasak dan berjualan putus asa dan akhirnya mengalami kecelakaan terjatuh di dapur rumah.
Pada titik nadir keputusasaan—sementara paman yang biasa membantu berada di rumahsakit, Top akhirnya menemukan cara memasak rumput laut yang pas dari sisa bahan yang tercecer di lantai. Ini membangkitkan kembali semangatnya untuk berjualan kembali.
Top mulai berdagang kembali dan dibantu oleh pamannya yang telah sembuh. Hari-hari selanjutnya Top disibukkan oleh outletnya. Dagangannya mulai laku dan diserbu pembeli. Dalam hitungannya dia bisa mendapatkan keuntungan 1juta bath, tapi ternyata hutang orangtua yang ingin dia bayar 40juta bath! Kalau begitu, berapa lama dia bisa membayar hutang ini?
Top memutar otak bagaimana bisa menduplikasi atau me-leverage­ penjualannya. Akhirnya dia memutuskan mengajukan penawaran ke Seven-Eleven. Perlu proses panjang, melelahkan dan kesabaran agar dia bisa mendapatkan perhatian pihak manajemen 7-11. Ketika pihak 7-11 ingin meninjau pabrik makanannya, Top dan pamannya harus pontang-panting menyiapkan tempat produksi. Sementara rumahnya telah disita oleh pihak bank. Top dan pamannya terpaksa pindah ke ruko yang merupakan sisa kekayaan orangtuanya yang tertinggal.
Karena tidak punya modal, Top harus mengajukan pinjaman ke bank, namun ditolak karena belum cukup umur. Top baru berumur 19 tahun ketika mulai mendirikan “pabrik” makanan. Akhirnya Top terpaksa menjual mobil kesayangannya yang didapat dari bisnis jualan “senjata” game online.
Walau tempat dan proses produksi kurang memenuhi standar, namun akhirnya Seven-Eleven menyetujui juga Top memasukkan produknya kesana. Ini menjadi titik balik bagi Top. Dia telah mendapatkan bayaran dari kerja keras dia selama ini. Produk rumput lautnya telah menyuplai semua cabang Seven-Eleven di semua negara.
Saat ini Top telah berusia 26 tahun. Produknya telah diekspor ke 27 negara dan memiliki pabrik rumput laut di Korea Selatan serta memiliki penghasilan 800 juta bath per tahun (coba aja hitung berapa rupiahnya). Masih muda tapi telah menjadi miliarder, atau triliuner!
Pada satu tengah malam, ketika Top terbangun di rukonya Top berbicara dengan pamannya yang juga terbangun. Top merenung betapa dia ceroboh selama ini dan berbisnis tanpa banyak pikir. Pamannya menjawab, bahwa kalau dia terlalu banyak mikir mungkin dia tidak akan sampai sejauh ini.
Kisah Top Ittipat sangat menginspirasi kita. Tentang kerja keras pantang menyerah. Di saat anak muda seumur dia asik bermain di mall, mengoleksi gadget terbaru dan sibuk dengan dunia muda, Top memikirkan peluang bisnis dan bagaimana mendapatkan kekayaan. Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dia belajar dari pengalaman, tanpa guru, bacaan apalagi mentor. Amati bagaimana orang berjualan, tiru kemudia modifikasi.
Ada satu sesi dalam filem ini yang menarik perhatian saya. Ketika Top tertidur karena kelamaan menunggu bisa bertemu dengan direksi 7-11, Top langsung berdiri ketika mendengar lagu kebangsan Thailand dinyanyikan sebagai penanda akhir jam kerja. Dia berdiri dan menyimak sampai selesai! Begitu tinggi nasionalisme orang Thailand. Berbeda dengan bangsa kita, ketika Indonesia Raya dinyanyikan cuek saja!

Tiga Langkah Penting Dalam Mendapatkan Mentor Bisnis

Bagi pebisnis pemula, kehadiran mentor bisnis sangat penting. Relasi yang dimiliki mentor bisa membuka pintu berbagai peluang yang sebelumnya tertutup bagi Anda. Begitu pula, pengalaman bisnis mentor bisa dijadikan rujukan bagi startup agar tidak terjebak dalam membuat kekeliruan-kekeliruan serupa, seperti yang sudah dialami mentor dimasa lalu.

Namun, mendapatkan mentor bisnis yang pas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus mampu menelisik ciri-ciri mentor yang baik. Anda juga harus paham bagaimana caranya melakukan pendekatan setelah berhasil mengidentifikasi calon mentor. Dan yang terpenting, anda harus mengerti kiat-kiat untuk mengoptimalkan hubungan yang sudah tercipta dengan mentor.

Berikut ini adalah tiga langkah yang diperlukan untuk mendapatkan mentor bisnis yang tepat untuk membantu membawa bisnis startup Anda ke tahap perkembangan lebih lanjut.

1. Identifikasi Ciri-ciri Mentor Yang Baik

Mentor yang baik akan menjajal Anda dengan masalah-masalah pelik dan menantang Anda untuk mencapai perolehan yang melebihi target yang sudah Anda tetapkan sebelumnya. Dalam proses ini, biasanya mereka akan dengan terbuka membagikan pengalamannya dan membantu Anda untuk menemukan peluang-peluang baru.

Tetapi jangan berharap Anda akan diberi resep yang rinci untuk setiap persoalan. Mentor yang baik akan menempatkan dirinya secara tepat sebagai seorang penasehat, urusan eksekusi adalah wilayah Anda. Orang yang selalu menjejali Anda dengan berbagai perintah dan larangan, lalu marah ketika instruksinya tidak dijalankan, biasanya lebih banyak mendatangkan kerugian ketimbang manfaat. Kadangkala ada mentor yang meminta kompensasi untuk saran atau bantuan yang ia berikan. Tetapi mentor yang baik biasanya tidak pernah meminta kompensasi dan sudah merasa puas ketika ia bisa membantu.

2. Carilah Orang Yang Relevan

Salah satu kekeliruan yang paling umum dilakukan pebisnis startup adalah dengan berusaha menjadikan orang yang super sibuk, paling terkenal dan paling ideal, sebagai mentornya. Meskipun kadang-kadang ada benarnya, namun akan lebih produktif  jika Anda mengamati dari jaringan yang sudah Anda miliki dan mencari mentor lokal yang pengalaman bisnisnya relevan menurut Anda.

Cobalah dekati para pendiri dan eksekutif kunci dari perusahaan-perusahaan di daerah Anda yang Anda kagumi. Orang-orang seperti ini biasanya lebih siap untuk memberikan waktunya untuk bisnis Anda, dibanding orang terkenal namun menganggap Anda sebagai orang asing.

Sebagai permulaan, cobalah kirim email ringkas yang menjelaskan apa dan bagaimana bisnis Anda dan alasan Anda untuk mencari bantuan dari luar. Jauhi email yang “kaku-formal”, dan tunjukkan relevansi serta berikan kemudahan kepada calon mentor untuk membantu Anda. Sempatkan diri Anda untuk membaca blog atau akun Twitter yang bersangkutan, lalu pelajari latar belakangnya sehingga Anda bisa menyesuaikan email Anda.

Mengundang calon mentor untuk bertemu sambil minum kopi sore kelihatannya menarik, namun belum tentu tepat. Bagaimana kalau ternyata yang bersangkutan adalah orang yang introvert dan tidak suka minum kopi? (Nah, lho..). Kalaupun pertemuan semacam itu bisa dilaksanakan, setidaknya Anda sudah memaksa calon mentor untuk meninggalkan kantornya untuk bertemu dengan Anda yang belum ia kenal.

Angsa

Mentoring

Dekati beberapa calon mentor yang benar-benar terkait dengan bisnis Anda atau pasar produk Anda dan pastikan sejak awal bahwa mereka sudah paham kaitan semacam itu, sehingga hubungan Anda dengan calon mentor bisa menjadi relasi jangka panjang yang menguntungkan.

3. Maksimalkan Relasi dengan Mentor

Setelah Anda berhasil mendapatkan mendapatkan mentor dan menjalin hubungan yang menyenangkan, tugas berikutnya adalah memelihara hubungan tersebut dari waktu ke waktu. Salah satu cara yang bisa dipakai untuk itu adalah melalui komunikasi email secara berkala. Mentor Anda pasti akan merasa senang melihat kemajuan Anda dan merasa bangga ketika mengetahui bahwa nasehat-nasehat yang ia berikan ternyata bermanfaat. Untuk itu, cukup kirim email sekali sebulan. Isinya? Pertama, menyegarkan ingatan mentor tentang pembicaraan terakhir Anda dengannya; Kedua, review kemajuan yang sudah Anda capai.

Ajukan satu pertanyaan baru setiap Anda berkirim email. Ini untuk menjaga agar komunikasi tetap berlangsung dengan hidup. Email reguler ini haruslah ringkas, langsung ke pokok pembahasan, dan jangan meminta terlalu banyak untuk satu kesempatan. Misalnya, jangan meminta kesediaannya untuk menerima telepon dari Anda sekali dalam satu minggu dengan durasi dua jam. Akan lebih masuk akal jika Anda meminta bertemu langsung di kantornya sekali dalam tiga bulan dengan durasi selama 30 menit.

Meskipun mentor yang baik tidak akan meminta kompensasi finansial, namun jika mereka harus menyediakan waktu yang cukup banyak secara konstan untuk membantu bisnis Anda, ada baiknya Anda memikirkan untuk memberikan penawaran ekuitas di dalam perusahaan Anda, dalam porsi yang kecil sebagai suatu bentuk insentif jangka panjang.

Para pendiri perusahaan-perusahaan besar memahami pentingnya peranan mentor. Mereka sadar bahwa memulai usaha itu sukar. Namun mereka juga tahu bahwa keberadaan tim yang kuat, dipadukan dengan mentor yang berpengalaman dan solid akan melahirkan perbedaan yang nyata — dan ini seringkali menjadi indikator keberhasilan yang kuat dimasa depan.

—————

Diterjemahkan dari “Three Steps in Finding a Business Mentor” oleh David Cohen, dalam Entrepreneur

Lima Cara Meningkatkan Omset dan Keuntungan Bisnis Anda

Saya mendapat beberapa pertanyaan dari pengunjung blog ini tentang bagaimana meningkatkan omset usahanya. Pertanyaannya berbeda-beda, tapi ujung-ujungnya masalah ini juga.

Saya berusaha menjawab dengan pengalaman dan teori yang saya dapat selama ini. Jadi, yang saya tulis ini benar-benar telah saya terapkan, bukan sekedar kutipan dari buku. Ada pun teori yang saya dapat bukanlah dari buku-buku marketing yang bersifat akademis dan njimet yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan besar. Menurut saya tidak cocok untuk bisnis saya yang masih skala UKM yang anggarannya terbatas. Akhirnya saya temukan teori-teori marketing jalanan atau istilahnya “street smart” yang lebih membumi, murah dan gampang diaplikasikan.

Ilmu-ilmu tersebut saya dapatkan dari mentor saya Pak Tung DW, Brad Sugars, Jay Abraham, Jay Conrad Levinson dan Roger Konopasek. Mereka dikenal sebagai pebisnis yang menggunakan ilmu “street smart”.

Dari tokoh-tokoh di atas, saya banyak mengambil ilmu dari Brad Sugars, karena saya anggap lebih lengkap dan sistimatis. Mungkin saja Brad Sugars juga mengambil ilmu dari yang lain seperti Jay Abraham, karena saya lihat banyak kemiripan dan dilengkapi oleh Brad.

Jadi, bagaimana cara meningkatkan omset sekaligus keuntungan bisnis tersebut? Berikut ini adalah caranya yang lebih dikenal dengan istilah Five Business Chasis itu:

1. Perbanyak Prospek (Leads). Caranya dengan iklan, buka cabang, sebar brosur, ikut pameran dll. Misalnya, anda buka toko di mal. Rata-rata yang masuk ke toko anda secara tidak sengaja adalah 1000 orang, maka prospek/leads anda adalah 1000. Kemudian anda sebarkan brosur di pintu gerbang mal yang mengundang orang supaya datang ke toko anda. Katakanlah prospek yang yang masuk ke toko dari brosur tersebut adalah 100 orang, jadi prospek anda menjadi 1100. Semakin banyak yang masuk ke toko anda berarti semakin banyak prospek anda.

2. Perbanyak Jumlah Konversi (Conversion). Konversi adalah jumlah prospek yang akhirnya membeli produk anda. Misalnya dari 1000 prospek yang masuk ke toko anda ada 250 orang yang membeli. Artinya konversi anda adalah 25%. Bagaimana cara menaikkan konversi? Contohnya: berikan garansi, berikan jaminan purna jual, delivery gratis, dll.

3. Naikkan Jumlah Transaksi. Jumlah transaksi adalah berapa banyak transaksi yang terjadi di toko anda per hari, per minggu atau per bulan. Bagaimana cara menaikkan jumlah transaksi? Lakukan berbagai cara agar pelanggan anda lebih sering belanja, misalnya dengan memberikan hadiah, bonus, point, voucher dll.

4. Naikkan Jumlah Rata-rata Pembelian. Dari jumlah transaksi tersebut berapa rata-rata transaksinya? Misalnya toko anda memperoleh omset Rp. 1.000.000 per hari dengan jumlah transaksi 50, maka rata-rata transaksi anda adalah Rp. 20.000. Caranya? Anda pernah makan di McDonalds? Setiap kita akan membayar, pelayannya selalu tanya: “Mau tambah french fries pak?” Kalau kita jawab iya, dia akan tanya: “Yang large atau medium?” Kalau kita jawab tidak ingin french fries, dia akan tanya lagi: “Es krimnya mau pak?” atau “Mau coba wafflenya pak?” Begitu seterusnya.

5. Naikkan Margin Keuntungan. Misalnya harga pokok produk anda adalah Rp.750. Anda jual Rp.1000, maka keuntungan anda adalah Rp. 250 atau 25% (Rp. 250 : Rp. 1000). Kemudian anda naikkan harganya Rp. 100 menjadi Rp. 1.100, maka margin keuntungannya menjadi 32% atau naik 7%.

Mari kita lihat angka-angkanya:

Sebelum:
Prospek
1000 x Konversi 25% = 250 Orang Konsumen x 2 Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp. 20.000 = Total Omset Rp. 10.000.000 x 25% Margin Keuntungan = Laba Rp. 2.500.000.

Dengan teknik-teknik di atas, kemudian kita berhasil menaikkan 10% saja untuk setiap point Business Chasis di atas. Mari kita lihat angka sesudahnya.

Sesudah:
Prospek
1100 x Konversi 27,5% = 302 Orang Konsumen x 2,2 Transaksi x Rata-rata Transaksi Rp. 22.000 = Total Omset Rp. 14.616.800 x 27,5% Margin Keuntungan = Laba Rp. 4.019.620.

Jadi, dengan kenaikan 10% saja dari setiap point Business Chasis di atas berhasil menambah laba sebesar Rp. 1.519.620 atau 61%!

Saya telah mencobanya.

Sumber: http://roniyuzirman.com/

Selepas Pagi

Kapankah selepas pagi bagi Anda?

Bagi saya, selepas pagi itu adalah setelah selesai melaksanakan shalat Subuh. Jadi, ya sekitar jam 04.30 sudah masuk waktu selepas pagi. Lalu, ada apa dengan selepas pagi? Hmmm….buat saya, selepas pagi itu selalu spesial. Pikiran segar karena baru saja selesai shalat Subuh, udara segar karena belum terlalu banyak tercemar, semuanya serba baru, serba segar. Makanya segala sesuatu yang berhubungan dengan pagi kebanyakan berkonotasi positif. Sarapan pagi, mentari pagi, cahaya pagi, embun pagi. Bandingkan misalnya dengan “gelapnya malam, teriknya siang, sore yang melelahkan, siang yang macet…” Anda tahu kenapa orang yang sedang dilanda kesedihan akan merasakan puncak kesedihannya di malam hari? Saya tidak tahu, tapi yang pasti hal itu tidak terjadi selepas pagi.

Ayo…hirup kopi pagimu dan bersiaplah!

Pengusaha Itu Fokus Pada Value, Bukan Kekayaan

Dalam perjalanan bisnis saya, sedikitnya ada dua hal yang harus “diciptakan” oleh pengusaha. Pertama: laba. Ya, tidak ada gunanya berbisnis jika tidak menghasilkan laba. Kedua, value atau nilai tambah. Sederhananya: pengusaha itu harus bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai, misalnya menjadi pupuk. Syukur bisa menjadi emas.

Banyak cara menciptakan value. Dari yang terukur seperti mengubah kain menjadi pakaian atau memperlancar distribusi barang, hingga yang tak terukur seperti memperpintar, membahagiakan orang lain, itu juga menciptakan value.

Nyaris tidak ada batas menciptakan value. Bisa saja mengubah singkong menjadi gethuk hingga menciptakan peranti lunak atau jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Menciptakan value itu batasnya langit. Maka, ruang gerak pengusaha itu amat luas. Luaaaassss.

Dengan dua hal tadi, menjadi pengusaha bukanlah tujuan jangka pendek. Ini perlu saya sampaikan karena tak sedikit yang ingin menjadi pengusaha karena ingin cepat kaya. Memang betul, menjadi pengusaha bisa saja cepat kaya. Tapi kalau tujuannya hanya cepat kaya, banyak jalannya: korupsi, jual narkoba, berjudi, merampok, atau mencuri. Tapi semua itu tidak menciptakan value. Sebaliknya, malah merusak.

Atau, kalau mau cepat kaya, jadilah rentenir. Ada value yang diciptakan oleh rentenir, yakni memberi kemudahan mendapatan pinjaman. Bahkan tanpa syarat apapun. Tapi, fokus rentenir bukan pada value, melainkan pada laba. Rentenir mematok bunga pinjaman yang sangat mencekik, dan bisa saja mematikan peminjamnya.

Bisa dibilang, ingin cepat kaya itu cara pandang jangka pendek. Sebaliknya, menjadi pengusaha itu memerlukan cara pandang jangka panjang karena menciptakan value. Kalau mau jadi pengusaha, hindari buku-buku dan seminar-seminar yang menjanjikan cepat kaya. Mungkin saja bisa. Tapi itu menjebak kita untuk terbiasa berpikir jangka pendek. Padahal cara pandang pengusaha itu jangka panjang.

Menciptakan value itu butuh proses. Proses butuh waktu, kesabaran, modal, tim, manajemen dan lain sebaiknya. Jangka panjang. Tidak ada yang instan. Bahkan mau makan mie instan saja kita harus merebusnya terlebih dulu.

Fokuslah pada menciptakan value. Ubahlah sampah jadi pupuk. Singkong jadi gethuk. Syukur-syukur, sekali lagi, bisa jadi emas. Syukur-syukur lagi jika bisa menciptakan sesuatu yang sama sekali baru.

Jika berhasil menciptakan value, laba akan terbentuk. Efek sampingnya? Kekayaan menghampiri.

Sumber: http://www.sudutpandang.com

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.